Beranda » Bibit Lele » Ribuan Bibit Lele di Bojonegoro Mati

Ribuan Bibit Lele di Bojonegoro Mati

TWITTER

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Anda Pengunjung ke

  • 115,612

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

var _gaq = _gaq || []; _gaq.push([‘_setAccount’, ‘UA-24009222-1’]); _gaq.push([‘_trackPageview’]); (function() { var ga = document.createElement(‘script’); ga.type = ‘text/javascript’; ga.async = true; ga.src = (‘https:’ == document.location.protocol ? ‘https://ssl’ : ‘http://www’) + ‘.google-analytics.com/ga.js’; var s = document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s); })();

TEMPO Interaktif, Bojonegoro – Ribuan bibit lele umur rata-rata di bawah satu bulan ditemukan mati di sejumlah kolam di Bojonegoro, Jawa Timur.

Penyebabnya diduga akibat cuaca labil, dimana terjadi panas dan mendadak hawa dingin, diikuti hujan turun tiga hari berturut-turut.

Ribuan bibit lele itu, diketahui mati setelah hujan turun berturut-turut mulai Minggu (25/7) hingga Rabu (28/7). Di beberapa kolam di Kecamatan Kapas, seperti di Mojoranu, sebagian di Ngraseh.
Kemudian bibit ikan di beberapa titik di Kota Bojonegoro, juga ditemukan mati. Kemungkinan, bibit lele itu mati karena terjadi perubahan suhu yang drastis selama satu pekan terakhir ini.
Di Balai Benih Ikan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro di Mojoranu, juga mengalami hal sama. Ribuan benih bibit lele umur sekitar satu bulan juga ditemukan mati.

Tercatat ada empat petak benih lele terlihat mengambang mati. Pengelola Balai benih bahkan tidak berani menjual khusus benih lele karena masih dalam pengawasan. “Benih lele dalam perawatan. Belum berani kita menjual,” ujar seorang petugas di Balai Benih Ikan Mojoranu, Bojonegoro, pada Tempo, Rabu (28/7).

Belum dihitung berapa kerugian akibat benih lele yang mati itu. Akibat penolakan itu, sejumlah peternak ikan kecewa. Apalagi, Balai Benih Ikan di Mojorani sebagai tempat pembelian ikan relatif murah harganya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Tukiwan Yusa mengatakan, akan melakukan penelitian atas benih lele yang mati. Dia mengaku, belum mendapat laporan soal ribuan benih lele yang mati di Balai Benih Ikan di Mojoranu. ”Terus terang, saya belum dapat laporannya,” tegasnya pada Tempo, Rabu (28/7) siang.
Menurutnya, selain karena perubahan cuaca ekstrim, kadar asam air hujan yang terus-menerus selama tiga hari juga berdampak buruk bagi benih ikan lele. 
Sarannya, selama kondisi cuaca belum menentu, pihak Dinas Peternkan dan Perikanan untuk mencampur air kolam dengan garam agar kondisi netral. “Dengan campuran tepat,” imbuhnya. SIJATMIKO
Sumber Tempo

HOME

BACK to News

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: