Beranda » TNI » Hindari Prajurit Jadi Bodyguard, Pensiunan TNI Jangan Jadi SATPA

Hindari Prajurit Jadi Bodyguard, Pensiunan TNI Jangan Jadi SATPA

TWITTER

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Anda Pengunjung ke

  • 100,838

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

Hindari Jadi Bodyguard, Ajak Prajurit Ternak

SURABAYA – Surya- Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno mengajak para prajurit TNI Angkatan Darat (AD) untuk budiaya ikan lele dan berkebun agar kesejahteraannya meningkat. Ajakan ini sekaligus juga untuk menjauhkan para prajurit agar tidak menjadi bodyguard atau tenaga pengaman.

“Kita sudah ajari prajurit keterampilan berupa budidaya ikan lele dan berkebun, menanam pohon,” kata Mayjen Suwarno usai upacara peringatan HUT ke-65 TNI di halaman Makodam V Brawijaya, Surabaya, Selasa (5/10). Ia optimis keterampilan yang diberikan itu bakal meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Untuk budidaya ikan lele, lanjutnya, yang dikembangkan adalah jenis lele sangkuriang. Dalam waktu dua setengah bulan lele tersebut sudah bisa dipanen. “Rasanya juga hampir sama dengan lele yang di sungai-sungai itu,” tambahnya.

Sedangkan untuk jangka panjang, Suwarno juga memberikan keterampilan terkait menanam pohon berupa pohon mahoni dan sebagainya.

Ia tidak yakin semua prajurit akan memahami latihan keterampilan yang diberikan. Namun ada sebagian saja yang berhasil sudah bagus. “Misalnya saja dari 100 prajurit yang mengikuti latihan keterampilan ini, 20 saja yang berhasil itu sudah bagus,” katanya.

Menurutnya latihan keterampilan ini penting untuk mendukung pemerintah, terutama ketika kondisi keuangan negara untuk peningkatan kesejahteraan prajurit terbatas.

Selain itu kata jenderal bintang dua yang sebentar lagi akan menanggalkan jabatan sebagai Pangdam V Brawijaya ini, keterampilan wirausaha tersebut juga untuk menjauhkan prajurit agar tidak menjadi bodyguard.

“Menjadi bodyguard dan sebagai pengaman adalah hal-hal yang tidak boleh terjadi,” pungkasnya.

Sementara itu, pada peringatan HUT TNI, terlihat sejumlah kendaraan tempur dijajar di belakang peserta upacara. Begitu usai upacara para prajurit dari berbagai kesatuan melakukan defile pasukan.

Acara semakin meriah ketika penyanyi kawakan, Dian Piesesha, hadir di tengah tengah mereka. Dian yang memakai baju doreng layaknya anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) ini menghibur ribuan prajurit dengan bernyanyi bersama.

Sejumlah lagu dilantunkan dengan apik, di antaranya Sepasang Mata Bola. Mendengar lagu tersebut, seluruh prajurit serta undangan yang hadir ikut mendendangkannya.niit

SUMBER : SURYA

Prajurit TNI jangan jadi satpam saat pensiun

Online:  Jum’at, 17 September 2010 | 17:21 wib ET

Pangdam V Brawijaya Suwarno (dok. kabarbisnis.com)

PANGLIMA KODAM V BRAWIJAYA Mayjen Suwarno punya segudang konsep untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit tanpa harus meninggalkan tugas pokok sebagai anggota kesatuan.

“Pokoknya, sekarang para prajurit jangan berpikir kalau pensiun nanti akan jadi satpam. Kita bisa berwirausaha setelah pensiun. Jadilah petani atau peternak,” ujar Suwarno kepada kabarbisnis.com, Kamis (16/9/2010).

Pria kelahiran 3 Mei 1955 ini menyadari bahwa kesejahteraan masih menjadi salah satu permasalahan yang ada di tubuh TNI. “Ada tugas pokok untuk menjaga negara di satu sisi dan meningkatkan prosperity prajurit di sisi lain,” ujar pria asal Klaten, Jateng, tersebut.

Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini mengatakan, mulai sekarang, para prajurit bisa mulai merintis usaha. Usaha sederhana bisa dimulai, seperti menggunakan pekarangan rumah sebagai kolam lele, memelihara ayam atau bebek, hingga menanam pohon.

“TNI AD kan sekarang sudah menjalin kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Jadi bibitnya nanti disediakan HKTI, kita kerja sama pengelolaannya,” ujarnya.

Lulusan Akabri 1977 itu juga mengaku sudah menyiapkan masa pensiunnya yang tinggal 2,5 tahun. Suwarno kini sudah mulai menanam pohon agar bisa dipanen ketika dia sudah memasuki masa pensiun kelak. Pohon yang ditanamnya adalah jabon dan sengon yang berumur pendek agar perputaran ekonomi lebih rutin.

“Boleh kan saya menanam sekian pohon saat ini, nanti pas saya pensiun tinggal panen. Paling tidak Rp3 miliar sudah dapat, sudah nyaman untuk pensiun yang tinggal 2,5 tahun lagi,” kata ayah tiga anak itu.

Suwarno mencontohkan sejumlah koleganya di kalangan militer yang kini juga mulai merintis sebagai petani dan peternak. Ada rekannya yang mulai memelihara ayam di Jabar. Ada pula yang beternak lele.

“Prajurit yang ada di Banyuwangi, misalnya, bisa ternak lele atau belut. Permintaan lele dan belut dari Bali sangat tinggi. Kalau di Banyuwangi kan aksesnya dekat,” ujar mantan ajudan Pangdam Diponegoro tersebut.

Dia meminta para prajurit tak usah ragu untuk mulai bertani atau beternak. Misalnya, untuk bisa memulai ternak 1.000 bebek, perlu dana Rp75 juta. Jika itu terasa berat ditanggung sendiri, bisa patungan dua atau tiga prajurit.

Namun, Suwarno menegaskan bahwa aktivitas itu tak boleh mengganggu tugas pokok prajurit di masing-masing kesatuan. “Bertani atau beternak secara institusi bisa dilakukan dalam konsep pemberdayaan masyarakat. Secara pribadi itu jangan sampai meninggalkan tugas pokok,” kata Suwarno. kbc5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: