Beranda » Bekasi » Daripada Jadi Buruh Mending Beternak Lele

Daripada Jadi Buruh Mending Beternak Lele

TWITTER

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Anda Pengunjung ke

  • 100,838

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

var _gaq = _gaq || []; _gaq.push([‘_setAccount’, ‘UA-24009222-1’]); _gaq.push([‘_trackPageview’]); (function() { var ga = document.createElement(‘script’); ga.type = ‘text/javascript’; ga.async = true; ga.src = (‘https:’ == document.location.protocol ? ‘https://ssl’ : ‘http://www’) + ‘.google-analytics.com/ga.js’; var s = document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; s.parentNode.insertBefore(ga, s); })();

BEKASI, KOMPAS.com — Puluhan mantan karyawan pabrik di kawasan industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang tergabung dalam kelompok Beauty Fish membangun usaha mandiri melalui budidaya ikan lele dengan omzet jutaan rupiah per orang per bulan.
  
“Baru delapan bulan berkiprah, saya sudah dua kali memanen hasil dengan jumlah ikan mencapai dua kuintal dari sembilan kolam ukuran 3 meter persegi,” ujar Ketua Kelompok Beauty Fish Dodo Mulyadi di Cikarang, Rabu.
   
Kelompok budidaya ikan lele yang beralamat di Perumahan Pemda, Jalan Citarum Nomor 12 RT03 RW07, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, kata dia, memasarkan ikan tersebut ke sejumlah warga setempat dan beberapa pasar tradisional dengan harga Rp 12.000 per kilogram.
   
“Dengan demikian, dalam sekali panen bisa menghasilkan pendapatan mencapai Rp 4.400.000. Kami memanfaatkan uang itu untuk kesejahteraan anggota dan modal usaha lainnya, seperti ikan hias,” kata Dodo.
   
Dodo mengatakan, budidaya ikan lele kelompoknya memiliki sembilan petak kolam yang terbuat dari bahan terpal berukuran 1 x 3 meter persegi. Satu petak berisikan 160 ikan lele.  
   
“Pakan lele kami buat sendiri dengan bahan baku yang tersedia melimpah,” katanya.
   
Sementara itu, anggota Beauty Fish, Adang Sukmana (33), mengaku lebih tertarik membudidayakan ikan lele ketimbang menjadi buruh di pabrik. “Dalam sebulan saya bisa mendapat penghasilan Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta dengan tanggung jawab kerja yang relatif lebih ringan dari kerja buruh,” ujar Adang, mantan karyawan di kawasan industri Jababeka.
   
Menurut dia, mayoritas anggota Beauty Fish yang saat ini telah mencapai lebih dari 30 orang merupakan mantan karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai tahun 2004 hingga 2009. “Mungkin bagi sebagian orang PHK adalah akhir dari perjalanan mencari rezeki, tetapi tidak bagi kami,” katanya.
   
Hal senada diungkapkan Asep (25), anggota kelompok lainnya. “Alhamdulillah pendapatan dari penjualan ikan saya rasa cukup membantu kebutuhan hidup saya sehari-hari. Terlebih, proses perawatannya relatif mudah,” katanya.
   
Asep juga berpesan kepada pemerintah untuk dapat memberikan bantuan dalam bentuk penambahan modal ataupun penyuluhan tentang budidaya ikan, dengan harapan usaha tersebut lebih tumbuh dan berkembang dengan baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: