Beranda » benih lele » Cuaca Kacau, 10.000 Benih Ikan Lele Mati

Cuaca Kacau, 10.000 Benih Ikan Lele Mati

TWITTER

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Anda Pengunjung ke

  • 100,838

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

Peternak ikan lele di Kota Pangkalpinang, Provinsi Babel, mengeluh karena ribuan benih ikan lele mati sebagai dampak cuaca tidak menentu yang mempengaruhi suhu air kolam tempat benih lele dibesarkan.

“Ribuan benih lele berumur rata-rata di bawah satu bulan mati diduga pengaruh cuaca tidak menentu ditandai cuaca hujan dengan curah hujan tinggi, namun tiba-tiba langsung panas,” ujar Yanto, pembudidaya ikan lele, Senin (21/3/2011).

Dalam sepekan terakhir hujan turun tiga hari berturut-turut sehingga suhu air kolam mendadak dingin, namun kemudian cuaca panas tiba-tiba sehingga suhu air kolam mendadak panas dan benih ikan pada mati.

“Sekitar 10.000 ekor benih lele berumur dua minggu mati diduga daya tahan tubuh benih ikan tidak mampu menghadapi perubahan cuaca yang cukup ekstrem,” ujarnya.
Kadar asam air hujan yang terus-menerus selama tiga hari tersebut juga berdampak buruk bagi pertumbuhan benih ikan lele, sehingga petani lele semakin sulit untuk mengembangkan usaha pembesaran ikan lele.
“Hari ini, sekitar 300 ekor benih lele mati sehingga kami rugi seiring harga makanan dan bibit lele, serta waring tempat pembesaran lele mengalami kenaikan yang cukup tinggi,” ujarnya.
Prospek pembudidayaan dan pembesaran ikan lele cukup menjanjikan seiring kosumsi warga terhadap ikan lele tinggi dengan harga ikan lele di pasaran mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Jumlah ikan lele berumur satu bulan untuk dibesarkan sebanyak 30 ribu ekor dan jumlah ikan lele siap panen sebanyak 2.000 ekor.
“Saat ini, kami kesulitan mengembangbiakkan benih ikan lele karena resiko kematian selalu menghantui para peternak ikan seiring keadaan cuaca belum stabil,” ujarnya.
Hendra petani budidaya ikan lele lainnya, mengatakan, selain cuaca petani juga terkendala mendapatkan benih lele yang berkualitas.

“Saya sudah berkeliling mencari benih lele di sejumlah pedagang dan tempat pembenihan namun benih lele banyak yang kosong karena banyak yang mati, meskipun ada benih lele masih berukuran dua hingga tiga centi meter yang tingkat kematiannya cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, ukuran benih lele siap tebar dan dibesarkan berukuran lima hingga tujuh centi meter karena tingkat kematian rendah seiring daya tahan tubuh terhadap penyakit tinggi sehingga tidak mengalami kerugian dalam pembesaran lele.

“Kami tidak ingin membeli benih lele yang masih kecil-kecil yang belum bisa makan pelet karena pemeliharaan dan perawatan cukup sulit dan tingkat kematian cukup tinggi sehingga petani rugi seiring tingginya harga benih lele di pasar yang mencapai Rp 350 per ekor dibandingkan harga sebelumnya Rp 150 per ekor,” ujarnya. Sementara itu, Polo petani pembesaran dan pembenihan ikan lele, mengaku, dua bulan terakhir pembenihan lele banyak yang gagal karena pengaruh cuaca yang cukup ekstrim dan kurangnya kwalitas induk ikan lele.

“Pembenihan lele banyak yang mati karena pengaruh cuaca, biasanya produksi benih lele mencapai 70 ribu ekor benih namun dalam dua bulan terakhir hanya mampu memproduksi sekitar 15 hingga 20 ribu ekor benih dan benih yang berhasil hanya cukup untuk dibesarkan sendiri,” ujarnya.

Sumber : Kompas

HOME

BACK to News

Iklan

1 Komentar

  1. setuju. Beli bibit kecil dan murah, paling yang tersisa nantinya tinggal 20% saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: