Beranda » Budidaya lele » Jabar Pasok 100 Ton Lele ke Jabodetabek

Jabar Pasok 100 Ton Lele ke Jabodetabek

TWITTER

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Anda Pengunjung ke

  • 97,560

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

Kamis, 07 April 2011 12:28 WIB     
Jabar Pasok 100 Ton Lele ke Jabodetabek
MI/Mohammad Ghazi/wt

BANDUNG–MICOM: Jawa Barat menjadi pemasok utama ikan lele ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) rata-rata 100 ton per malam untuk melayani warung-warung pecel lele di kawasan itu. 

“Jumlah pedagang pecel lele di Jabodetabek sekitar 25.000 kios. Rata-rata permintaan 100 ton per malam,” kata ketua kelompok budidaya Lele Sangkuriang Cijengkol Subang Khairuman di Bandung, Kamis (7/4). 

Menurut Khairuman, permintaan lele dari pedagang pecel lele itu sudah berlangsung sejak lama sehingga produktivitas benih sangat menentukan untuk menjaga kontinuitas pasokan. 

Permintaan 100 ton per malam itu baru dari pedagang pecel lele di Jabodetabek, belum permintaan dari pedagang pecel lele di sejumlah kota/kabupaten di Jawa Barat. 

“Potensi pasar lele cukup besar dan selama ini belum bisa terpenuhi. Budidaya lele mudah dan bisa dilakukan dalam kondisi cuaca atau musim apapun,” kata Khairuman. 

Pasokan lele ke Jabodetabek dilakukan dari sejumlah daerah antara lain dari Subang, Bandung, Purwakarta, Sukabumi dan Bogor. 

Sejumlah daerah yang membutuhkan pasokan lele dalam jumlah besar lainnya adalah Bandung, Cirebon, Tasikmalaya. Namun permintaan dari kawasan Jabodetabek meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 

“Permintaan pasar terus meningkat, demikian halnya permintaan benihnya. Sehingga Jabar belum bisa mengekspor benih seperti Jatim,” kata pria pembudidaya lele dan patin itu. 

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan secara luas oleh masyarakat terutama di Jabar. Potensi budidaya lele cukup tinggi karena budidaya dapat dilakukan di lahan dan sumber air terbatas dengan padat tebar tinggi. 

Selain itu teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, di samping pemasarannya relatif lebih mudah dan modal yang dibutuhkan rendah. 

Pengembangan budidaya ikan lele meningkat sejak tahun 1985 sejak maraknya jenis ikan lele dumbo, namun pengelolaan induk kurang baik sehingga lele dumbo mengalami penurunan kualitas. 

Di Jawa Barat, khususnya di Balai Pengembangan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Cijengkol Subang telah dikembangkan pencetakan induk lele sangkuriang dalam rangka memperbaiki kualitas. 

Pembesaran lele bisa dilakukan di kolam irigasi, kolam tadah hujan dan keramba jaring terapung. 
(Ant/OL-9)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: