Beranda » bibit lele paiton » Teknik budidaya pembesaran Lele

Teknik budidaya pembesaran Lele

TWITTER

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Anda Pengunjung ke

  • 100,838

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

Persiapan air kolam:

* Air bisa memakai air dari sumber manasaja, dengan syarat kadar besi rendah. Kalau air PAM wajib diendapkan dulu 1-3 hari, supaya koporit menguap.
* Isi kolam hingga ketinggian 50cm
* Beri pupuk kandang yang sudah diletakkan di dalam karung dan diikat serta digantungkan hingga setengah karung terendam dalam air. Jumlahnya adalan 1-1,5 kg/m2 atau untuk 10m2 berkisar 10-15 kg
* Larutkan cairan herbal sebanyak 2 sendok makan dan dilarutkan dalam 2 liter air serta ditambahkan 4 sendok makan garam dapur kemudian ditebar rata. Larutan herbal hanya bisa didapatkan di Abah Nasruddin atau kadernya saja. (Ane tidak memakai pupuk kandang dan sebagai gantinya memakai pupuk organik cair supaya lebih simple)
* Air akan berangsur-angsur menjadi hijau terang (pengalaman hari ke 4-5 akan kelihatan hijau), setelahnya akan semakin pekat.
* Tunggu selama 8 hari dan kemudian angkat pupuk kandang dari kolam
* Keesokan harinya benih siap ditebar (hari ke-9). Tebar pada pagi hari 3sore. Ane pernah tebar jam 1 siang banyak yang sekitar patilnya jadi berwarna merah. Tebar secara perlahan dengan metode aklimatisasi selama 5-10menit dan usahakan lele keluar sendiri dari wadah.

PENGOMPOSAN KOLAM

Fungsi pengomposan kolam dilakukan agar kondisi air didalam kolam stabil untuk ditebar benih, pengomposan dilakukan sebelum kolam ditebar benih dan dilakukan 3-12 hari sebelum ditebar benih.
Air yang baru belum bisa ditebar benih dikarenakan sumber pakan, jumlah bakteri gram positif jumlah alga air, dan kandungan oksigen didalam air, masih belum stabil, maka air yang baru tesebut harus dilakukan pengomposan.

1. Cara pengomosan kolam dengan proses alami
1.isi air kolam 20-30 cm
2.berikan pupuk kandang yang telah dimasukan kedalam karung kemudian gantungkan diatas kolam (posisi karung terendam ½ diatas permukaan air)
3.berikan urea dan garam ikan.
4.Biarkan selama 1 minggu hingga plankton dalam air tumbuh dan berkembang biak
5.Kemudian tambahkan air hingga mencapai ukuran 60-70 cm
6.Biarkan air kolam selama 4-6 hari
7.Bila air sudah berwarna hijau tua dan air tidak berbau, berati kolam sudah siap digunakan

2. Cara pengomosan kolam dengan proses kimiawi
1.Isi air kolam 20-30 cm
2.Berikan SPF (super plankton fertizer) atau produk-produk probiotik lain yang banyak dipasaran,
3.Berikan antibiotik ikan kedalam kolam
4.Berikan sebanyak 1-2 tutup botol dan dicampurkan kedalam kolam
5.tunggu hingga 3-5 hari
6.Isi volume air hingga 60-70 cm
7.biarkan air kolam selama 2-3 hari
8.Bila air sudah berwarna hijau tua dan air tidak berbau, berarti kolam sudah siap digunakan

3. Cara pengomposan kolam dengan proses silang kolam
1.Isi air kolam 20-30 cm
2.Berikan ½ air yang telah dikompos atau dalam pengertian pindahkan air kolam yang telah dikomposkan sebelumnya dan campurkan ½ dari volume air kedalam kolam air yang belum dilakukan pengomposan
3.Berikan antibiotik dan probiotik kedalam kolam
4.Biarkan air selama 3-5 hari
5.Bila air sudah berwarna hijau cerah dan air tidak berbau, berarti kolam sudah siap digunakan.

Pemilihan benih

Yang terpenting adalah kesehatannya dengan ciri-ciri sbb:
* gerakan ikan aktif
* Tidak terdapat luka
* Kumit/sungut tidak patah
* Sekitar patil tidak berwarna kemerahan
* tidak ada white spot / bintik putih

PENEBARAN BIBIT
1. masukan sedikit air kolam pada tempat bibit sebelum ditebarkan kedalam kolam
2. biarkan beberapa saat selama 10-15 menit
3. masukan tempat bibit djerigen kedalam kolam, dan biarkan bibit tersebut keluar dengan sendirinya

PEMBERIAN PAKAN

1. Jadwal Pemberian Pakan
Pemberian pakan diberikan 3 x dalam 1 hari

1.Pagi hari yaitu pada pukul 09:00
2.Sore hari pada pukul 15:00
3.Malam hari pada pukul 21:00

2. Berat Pakan yang akan diberikan
FCR (Food Converstion Rate) diberikan 1 : 1 yaitu diberikan dengan rumus

1. 3-5 %/100 X berat ikan = (H1)
2. H (Hasil) X P (Jumlah Populasi Ikan) = (H2)
3. (H2)/3 = (H3)
Keterangan :
1.H1 = Jumlah pakan yang diberikan dalam 1 hari pada 1 ekor ikan
2.H 2= Jumlah pakan yang diberikan pada 1 kolam dalam 1 hari
3.H 3= Jumlah pakan yang diberikan dalam 1 x pakan

3. Campuran dalam pakan
1.Pemberian pakan harus selalu dicampur dengan konsentrat
2.Pemberian pakan harus selalu dicampur dengan probiotk

Keterangan :
1.Tambahkan air kedalam campuran pakan kemudian aduk hingga rata, dan diamkan selama sekitar 15-20 menit agar pakan menjadi lunak (untuk ukuran sangkal 15-20 cm sudah tidak diberikan air)
2.Berikan konsentrat dan prebiotik 1 tutup botol dicampurkan kedalam pakan aduk hingga rata

4. Teknik Pemberian Pakan

Teknik pemberian pakan dilakukan agar pertumbuhan ikan lebih cepat, fungsi teknik pemberian pakan ini dilakukan agar fungsi anaerobik ikan dapat bertambah sehingga ikan dilatih bergerak dan berebut pakan didalam air

tebar pakan dengan cara ini dilakukan dalam setiap pemberian pakan, prosesnya dilakukan 3 x melempar pakan ke kanan, biarkan selama 15 detik, kemudian lemparkan pakan kearah kiri biarkan selama 15 detik dan lanjutkan proses tersebut hingga pakan habis.

PENGONTROLAN KOLAM

1. Cek Rutin

1.Sifon agar kotoran yang menumpuk didasar kolam terbuang dilakukan pada setiap pagi hari dengan membuka dop saluran pembuangan dilakukan selama 15-20 detik kemudian dop ditutup kembali
2.Lihat dan perhatikan kondisi ikan dengan cara apakah ikan tersebut naik ke permukaan dan mengambang ke atas permukaan air dan ikan itu statis dalam pergerakan (posisi kepala diatas permukaan air)
Langkah penanggulangan :
1. Buang volume air ½ atau ¼ dari volume air, kemudian isi air kembali sesuai dengan volume air sebelumnya
2. Laporkan terhadap pengelola
3. Cek didasar kolam selama 1 minggu semenjak tebar benih dan 3 hari setelah dilakukan sortir, bila menemukan ikan mati didasar kolam, buang ikan tersebut, dan apabila menemukan jumlah ikan yang mati dalam jumlah banyak didasar kolam segera laporkan kepada pengelola.

4. Cek Permukaan kolam apabila menemukan ikan yang mati, segera angkat dan buang

2. Cek Terjadwal

1.Cek PH air dengan PH tester
2.Cek kadar amoniak air dengan Amoniak tester
3.Cek suhu air dengan temperatur
4.Cek seiichi air dengan seicchi testet

SORTIR

Sortir dilakukan agar perbedaan ukuran disamakan, sehingga proses kanibalisasi tidak terlalu besar dan agar ikan tidak terjadi persaingan dalam perebutan makanan sehingga terhindar dari pertumbuhan ikan yang tidak sempurna
Waktu sortir dilakukan setiap 2 minggu sekali atau bila perbedaan ukuran ikan terlihat secara signigfikan.

Proses Sortir

1.Siapkan bak sortir dengan 3 ukuran
2.Siapkan 2 – 3 kolam Kosong yang telah terisi air
3.Kosongkan atau kurangi air kolam yang akan dilakukan sortir
4.Serok ikan dan masukan kedalam bak sortir
5.biarkan ikan yang ukuran kecil terjatuh kembali kedalam kolam dan ikan yang besar tetap berada di bak sortir kemudian pindahkan ke kolam yang baru
6.lakukan seterusnya hingga ikan besar habis berada dikolam yang lama

(Tulisan disari oleh Web Creator Jack-Rimbawan)

Iklan

1 Komentar

  1. aderahmat berkata:

    Thanks ya, artikelnya membantu banget ni,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: