Beranda » eksport. budidaya lele » Wow! Swiss Doyan Lele Asal RI, Dihargai Rp 65 Ribu

Wow! Swiss Doyan Lele Asal RI, Dihargai Rp 65 Ribu

TWITTER

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Anda Pengunjung ke

  • 96,140

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

Solo – Tak disangka-sangka ternyata warga Swiss menggandrungi ikan lele. Setiap tahun Swiss membutuhkan pasokan ikan lele sebanyak 53 ribu ton. Namun sayangnya produsen lele di Inodnesia hanya mampu menyediakan sebanyak 3 ribu ton per tahun.

Duta Besar Indonesia untuk Swiss Djoko Susilo mengatakan, di Swiss harga seekor ikan lele bisa mencapai Rp 65 ribu!

“Saya yakin akan banyak produk pengusaha Solo yang mampu menembus pasar Swiss. Jika berminat, kedutaan kita sanggup menyerahkan semua kuota pameran ke pengusaha Solo. Namun yang harus dipahami, importir di Swiss selalu mempersyaratkan pembelian dalam jumlah besar dan kontinyu,” ujar Djoko saat melakukan pertemuan dengan para pengusaha lokal di rumah dinas walikota Surakarta, Solo, Jumat (3/62011).

Dalam kesempatan itu, Djoko mengeluhkan minimnya minat pengusaha Indonesia untuk ekspansi dagang ke Swiss. Bahkan setiap tahunnya, defisit perdagangan RI dengan Swiss mencapai Rp 2 triliun.

Djoko mengatakan para pengusaha Indonesia selama ini sering melewatkan jatah bagi kuota lima perusahaan kecil dan menengah untuk mengikuti pameran yang diselenggarakan Swiss Import Promotion Program Organisation. Pada jatah itu diberikan secara rutin setiap tahunnya.

“Biasanya hanya ada satu perusahaan ikut. Padahal banyak komoditas Indonesia yang sangat diminati pasar Swiss, seperti produk perikanan, furniture, tekstil olahan, bahan makanan dan sebagainya,” ujar Djoko.

Djoko selanjutnya berharap para pengusaha di Solo dan sekitarnya untuk memanfaatkan peluang tersebut. Dalam perdagangan dengan Swiss, Indonesia selalu mengalami defisit dengan rata-rata Rp 2 triliun tiap tahun. Dia berharap, pengusaha di Surakarta mampu memperkecil defisit sekitar 10-15%.

Sementara itu Walikota Surakarta, Joko Widodo, juga mengakui ekspor dari Solo ke Swiss belum stabil. Pada 2008 lalu, Surakarta mengekspor tekstil dan furniture ke Swiss senilai US$ 114 ribu, namun di tahun berikutnya justru turun menjadi US$ 103 ribu. Angka ekspor di 2010 menunjuk pada angka US$ 123 ribu.(mbr/dnl)

Sumber : Detik  

HOME

BACK to News

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: