Beranda » Lele sangkuriang II » Dikembangkan Lele Varietas Baru dari Sungai Nil : sangkuriang II

Dikembangkan Lele Varietas Baru dari Sungai Nil : sangkuriang II

TWITTER

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Anda Pengunjung ke

  • 97,560

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

Senin, 06 Februari 2012 06:37 WIB
Dikembangkan Lele Varietas Baru dari Sungai Nil
AP/Danny Johnston/ip

SUKABUMI–MICOM: Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi sedang mengembangkan Lele Sangkuriang varietas baru hasil persilangan antara lele dari Sungai Nil, Afrika dengan lele Sangkuriang I guna menjaga kualitas genetik.

“Lele varietas baru ini kami namakan lele Sangkuriang II yang merupakan pengembangan teknologi perikanan dari lele Sangkuriang I untuk menjaga kualitas genetiknya,” kata Kepala BBPBAT Sukabumi, M Abduh Nurhidayat, di Sukabumi, Minggu (5/2).

Lele Sangkuriang II ini merupakan perkawinan antara induk pejantan ke VI lele Sangkuriang I dengan betina induk ke II lele dari Afrika. Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dalam beberapa tahun akhirnya menghasilkan lele Sangkuriang II.

Kelebihan dari lele Sangkuriang II dibandingkan dengan lele Sangkuriang I adalah masa panen pada pembesaran lebih cepat, pemijahan yang menghasilkan telur lebih banyak, lebih tahan penyakit dan ukurannya yang lebih besar.

“Bibit lele dari Afrika ini bisa mencapai 7 kg, dan diharapkan bisa mengahasilkan keturunan yang berukuran besar dari hasil persilangan ini dan ternyata benar kualitas anakan dari hasil pemijahan ini sangat bekualitas dan bisa menjaga genetik ikan lele,” jelasnya.

Varietas baru ikan lele Sangkuriang ini kemudian dikembangkan dengan uji coba multilokasi untuk mengetahui apakah lele ini bisa beradaptasi dengan lokasi barunya yang tentunya kadar airnya berbeda. Lokasi yang dijadikan tempat uji coba adalah Bogor-Jabar, Boyolali-Jateng, Gunung Kidul-DI Yogyakarta dan Kepanjen-Jatim.

“Lokasi yang kami ambil untuk uji coba ini merupakan sentra ikan lele, dan hasilnya sangat memuaskan walaupun di daerah berbeda kualitas ikan lele ini tetap terjaga,” tambah Abduh. Dari hasil perhitungan ukuran, lele Sangkurian II ternyata lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya atau lele Sangkuriang I, dan pertumbuhannya juga lebih cepat 10 persen.

Tujuan dikembangkannya varietas baru lele Sangkuriang ini karena genetik dari lele dumbo yang merupakan cikal bakal induk lele Sangkuriang kualitasnya terus menurun.

“Penurunan kualitas ini disebabkan oleh perkawinan sekerabat yang menghasilkan benih yang kurang berkualitas dan penggunaan induk dengan kualitas rendah,” katanya. (Ant/OL-9)

Sumber Media Indonesia

Sangkuriang II, Bakal Gusur Popularitas Lele Dumbo?

Minggu, 05 Pebruari 2012 14:16 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Kota Sukabumi berhasil mengembangkan lele unggulan yang diberi nama Sangkuriang II.

Instansi yang berada di bawah Kementerian dan Kelautan (KKP) tersebut berhasil menemukan varietas ikan lele unggulan, Sangkuriang pada 2004 lalu.  Ikan lele sangkuriang merupakan jenis varietas baru menggantikan lele dumbo.

Pada 2012 ini, ikan lele sangkuriang satu pun akan dikembangkan genetiknya agar lebih baik. Proses perbaikan genetik dilakukan dengan menyilangkan pejantan lele Sangkuriang I keturunan ke enam (F6) dengan lele betina keturunan kedua (F2) dari Sungai Nil, Afrika. Hasil perkawinan lele ini dinamai Lele Sangkuriang II.

‘’Perkembangan lele terbaru lebih cepat,’’ terang Kepala BBPBAT, M Abduh Hidajat, kepada wartawan, Ahad (5/2). Produksi ikan lele Sangkuriang I normalnya sekitar 130 hari dengan bobot rata-rata sekitar 250 gram. Sedangkan Sangkuriang II bisa lebih cepat dari itu.

Ukuran dan bobot Sangkuriang II bisa lebih besar dari Sangkuriang I. Hal ini dimungkinkan karena induknya yang dari Afrika mempunyai berat hingga tujuh kilogram. Keunggulan lainnya dapat dilihat dari rasa ikan yang lebih nikmat dibandingkan sebelumnya.

Saat ini, ikan lele Sangkuriang II tengah uji multilokasi di sejumlah daerah. Pengujian dilakukan di sentra lele yaitu Kabupaten Bogor, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Hasil pengujian nantinya akan memberikan gambaran pasti terkait lama perkembangan dan ukuran lele. Jika berhasil dikembangkan di daerah, maka Sangkuriang II segera diluncurkan pemerintah pusat sebagai varietas baru lele.

Abduh mengatakan, pengembangan Sangkuriang II diharapkan mampu meningkatkan kualitas ikan lele di Indonesia. Selain itu menjadi potensi budidaya rakyat yang menjanjikan. Selama ini, benih Sangkuriang I saja telah disebar ke seluruh Indonesia, bahkan hingga ke Provinsi Papua.

Luasnya penyebaran Sangkuriang I dipengaruhi tingginya permintaan. Terlebih, warga yang mengembangkan budidaya Lele Sangkuriang mulai meningkat.

Munculnya varietas lele Sangkuriang II ternyata sejalan dengan perkembangan budidaya ikan air tawar di Sukabumi. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir budidaya ikan lele lebih marak dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya.

‘’Budidaya ikan emas mulai tergusur lele dan nila,’’ terang Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi, Dedah Herlina. Fenomena ini salah satunya disebabkan adanya potensi pasar yang cukup besar.

Dedah menerangkan, pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sukabumi belum tergarap maksimal. Pasalnya, potensi perikanan air tawar yang tergarap baru sekitar 30 persen saja. Luasan areal perikanan ikan air tawar mencapai sekitar 6.000 hektare.

Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: riga nurul iman
Sumber : Republika

2 Komentar

  1. Ashrul mengatakan:

    Asslm. Sy apresiasi sekali, apakah untuk di medan, sumut udh ada yg pelihara.? Sangkuriang 2 dimana mendptkan bibitnya? Tolng infonya. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: