Beranda » Uncategorized » Jabar Tutup Pintu untuk Lele Impor

Jabar Tutup Pintu untuk Lele Impor

TWITTER

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Anda Pengunjung ke

  • 96,140

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

 

Senin, 22 Oktober 2012, 14:20 WIB
benihikanjogja
Jabar Tutup Pintu untuk Lele Impor
Lele Sangkuriang

REPUBLIKA.CO.ID,KARAWANG — Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, akan menutup seluruh akses masuk ikan lele impor asal Malaysia. Mengingat, lele tersebut hasil perkembangbiakan dari limbah. Sehingga, bila dikonsumsi akan membahayakan.

“Kami akan tutup semua kran impor lele Malaysia itu,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi.

Saat ini, ikan lele tersebut baru masuk Indonesia melalui Batam. Sedangkan, ke Jawa Barat masih belum ada laporannya. Biasanya, bila ada barang impor harus punya rekomendasi dari dinas terkait. Termasuk ikan. Berarti, harus ada rekomendasi dari Dinas Perikanan. Akan tetapi, khusus untuk lele Malaysia ini, instansinya tidak akan mengeluarkan izin.

Selain akan melibas lele lokal, lele impor itu dinilai tidak sehat. Sebab, informasi yang beredar, lele asal Malaysia itu dibudidayakan di air limbah. Bahkan, ikan itu di Malaysia-nya dilarang untuk dikonsumsi. Akan tetapi, justru di impor ke Indonesia.

Harga lele impor itu, hanya Rp 9.000 per kilogram. Harga tersebut, jauh lebih murah ketimbang lele lokal. Sebab, harga Lele lokal mencapai Rp 13 ribu per kilogram.

Diakui dia, lele impor ini harus terus diawasi. Khawatir, masuk ke Jabar secara ilegal. Bila masuk, ikan ini akan membahayakan. Mengingat, kesehatannya tak dijamin. Selain itu, lele impor ini akan mengancam keberlangsungan produksi lele lokal.

Diakui Hadadi, seluruh kabupaten/kota di Jabar punya potensi budidaya lele. Namun, yang paling terkenal yaitu dari Bogor, Sukabumi, Cirebon dan Indramayu.

Hasil produksi lele lokal ini, mencapai 120 ribu ton per tahun. Cukup untuk menutupi kebutuhan lokal. “Sebenarnya, tidak ada masalah selagi lele impor itu tak masuk Jabar,” jelasnya.

Redaktur: Taufik Rachman
Reporter: ita nina winarsih
 
sumber: republika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: