Beranda » Uncategorized » Kalsium Tinggi pada Tulang Ikan Lele

Kalsium Tinggi pada Tulang Ikan Lele

TWITTER

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Anda Pengunjung ke

  • 96,140

Arsip

Alexa

>

Review www.omahtani.wordpress.com on alexa.com

SOLO, KOMPAS.com- Tulang ikan lele dumbo (Clarias barrachus) yang selama ini hanya sekadar menjadi limbah ternyata bisa diolah menjadi kerupuk yang mengandung kalsium tinggi. Kerupuk tulang lele dumbo memiliki kandungan kalsium tertinggi, yakni mencapai 7.999 miligram dalam 100 gram kerupuk dibanding kerupuk lainnya, seperti kerupuk aci, kerupuk udang, dan kerupuk ikan tenggiri.

Kerupuk aci tidak mengandung kalsium, sedangkan kerupuk udang dan kerupuk ikan tenggiri masing-masing mengandung 332 mg dan 2 mg kalsium per 100 gram kerupuk.

Ini adalah hasil penelitian Oktaviana Rahmawati dan Pratama Rachmat, siswa SMA Muhammadiyah 1 Solo yang memenangkan juara III Bidang IPS dan Humaniora pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia yang digelar 9-14 Oktober lalu di Kementerian Pendidikan Nasional.

“Saya gemar makan ikan lele dan saya lihat tulang lele menumpuk dibuang begitu saja. Lalu tercetus ide untuk memanfaatkannya menjadi kerupuk,” kata Pratama.

Selain kalsium, tulang ikan lele dumbo yang diolah menjadi kerupuk juga mengandung fosfor, yakni 129,1 mg per 100 gram kerupuk serta mengandung kalori, protein, lemak, dan karbohidrat.

Tulang lele dumbo diolah dulu menjadi tepung sebelum dibuat menjadi kerupuk dengan tambahan tepung tapioka, tepung terigu, dan bumbu-bumbu dengan komposisi tertentu. “Kami uji coba berkali-kali setelah sebelumnya bertanya kepada perajin kerupuk, mencari di internet, dan mendapat bimbingan dari guru Kelompok Ilmiah Remaja di sekolah,” kata Oktaviana.

Pemilihan lele dumbo karena yang paling banyak digunakan saat ini di warung makan dan pemancingaan sehingga mudah diperoleh dan harganya lebih murah dibanding lele lokal. Selain mengandung kalsium tinggi, kerupuk tulang lele dumbo juga memiliki prospek tinggi untuk wirausaha. Dengan modal Rp 66.600 dapat diperoleh 1.022 kerupuk berukuran diameter 5 cm. Jika dikemas menjadi 102 bungkus dengan harga jual Rp 2.000/bungkus akan memberi keuntungan bersih Rp 137 .400.

Saat ini, menurut pembimbing KIR SMA Muhammadiyah 1 Solo, Sri Darwati, pihaknya berencana mendaftarkan paten atas temuan ini. Temuan siswa sekolah ini tahun 2002, yakni simplisia biji pepaya untuk obat cacing yang menang lomba tingkat nasional terlambat dipatenkan, sehingga digunakan oleh sebuah pabrik jamu tanpa izin.

“Kami terkendala mahalnya biaya pengurusan paten yang mencapai Rp 12 juta,” kata Darwati didampingi kepala SMA Muhammadiyah 1 Solo, Trikuat.

 

SUmber : Kompas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: